Archive for the ‘Bunyi’ Category

Cahaya

Cahaya merupakan gelombang elektromagnetik. Karenanya cahaya memiliki sifat-sifat umum dari gelombang, antara lain:

1) Dalam suatu medium homogen (contoh: udara), cahaya merambat lurus. Perambatan cahaya disebut juga sebagai sinar.

2) Pada bidang batas antara dua medium (contoh: bidang batas antara udara dan air), cahaya dapat mengalami pemantulan atau pembiasan.

3) Jika melewati celah sempit, dapat mengalami lenturan.

4) Dapat mengalami interferensi.

5) Dapat mengalami polarisasi.

Setiap benda yang dapat memancarkan cahaya sendiri disebut sumber cahaya, contohnya: matahari, bintang, lampu, lilin, dan lain-lain. Sedangkan, benda-benda yang tidak dapat memancarkan cahaya disebut benda gelap. Pada bab ini akan dibahas mengenai pemantulan dan pembiasan cahaya. Ayo cermati bersama.

Sifat-Sifat Gelombang Bunyi dan Kehidupan Manusia

Sifat-sifat gelombang bunyi, seperti sifat pemantulan, nada, dan frekuensi ultrasonik, bermanfaat dalam kehidupan manusia. Dengan adanya tangga nada, umat manusia menjadi lebih “manusia”. Nada-nada dilantunkan sebagai ekspresi pemikiran, motivasi, dan emosi. Dalam dunia kedokteran, frekuensi ultrasonik banyak digunakan.

Mendeteksi adanya tumor, menyelidiki otak, hati, dan liver, menghancurkan batu ginjal, sampai mendeteksi janin. Tentu kita pernah mendengar apa yang disebut dengan USG (Ultrasonografi) sebagai metode untuk mendeteksi janin. Walaupun penggunaan gelombang ultrasonik kalah akurat dengan sinar-X (rontgen), namun belum pernah ditemukan hingga saat ini efek samping dari penggunaan gelombang ultrasonik dibandingkan dengan penggunaan sinar-X.

Penggunaan bersama-sama gelombang ultrasonik dan sifat pemantulan digunakan dalam alat yang disebut SONAR (Sound Navigating Ranging) bermanfaat untuk mengukur kedalaman laut, mendeteksi ranjau, kapal tenggelam, letak palung laut, dan letak kelompok ikan. Selain di laut, di darat pun gelombang ultrasonik dapat digunakan untuk mendeteksi kandungan minyak dan mineral dalam bumi.

Pemantulan Bunyi

Karena bunyi merupakan sebuah gelombang, maka bunyi akan mengalami pemantulan, pembiasan, dan interferensi. Pada bahasan ini kita akan membahas tentang pemantulan bunyi. Sedangkan, pembiasan dan interferensi akan dipelajari kemudian.

1. Macam-Macam Bunyi Pantul

Berdasarkan tempat terjadinya pemantulan, terdapat tiga macam bunyi pantul, yaitu:

a. Bunyi Pantul yang Memperkuat Bunyi Asli

Bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli terjadi jika jarak antara sumber bunyi dan dinding pemantul berdekatan. Hal inilah yang menyebabkan suara seseorang di dalam ruangan kecil terdengar lebih jelas.

b. Gaung atau Kerdam

Gaung adalah bunyi yang diperoleh dari hasil pemantulan oleh sumber bunyi yang jaraknya dengan dinding pemantul agak jauh sehingga sebagian dari bunyi pantul terdengar bersamaan dengan bunyi asli yang lain dan menyebabkan bunyi terdengar tidak jelas.

Misal:

Bunyi asli : ma – kan – be – ling

Pantul : …… ma – kan – be – ling

Terdengar : ma ………………… ling

Untuk meredam terjadinya gaung pada tempat-tempat seperti bioskop, tempat hiburan, gedung pertemuan, studio musik, dan sebagainya, maka dipasangkan lapisan peredam bunyi pada dinding-dinding ruangan tersebut. Lapisan peredam ini biasanya terbuat dari bahan karton, gabus, wol, dan busa karet, yaitu bahan-bahan lunak untuk mengurangi terjadinya pemantulan bunyi.

c. Gema

Gema adalah bunyi yang diperoleh dari pemantulan dimana jarak antara sumber bunyi dan dinding pemantul sangat jauh sehingga keseluruhan bunyi pantul dapat terdengar setelah bunyi asli. Misalnya, bunyi pantul orang yang berteriak di lereng bukit.

Efek Doppler

Mungkin kamu pernah mengalami saat kamu berada di pinggir jalan, tiba-tiba terdengar suara sirine ambulans. Saat ambulans itu masih jauh, suara sirine terdengar lemah. Namun, saat ambulans itu melintas di depan, kamu mendengar suara sirine bertambah tinggi (frekuensi bertambah). Dan saat ambulans meninggalkanmu, suara sirinenya melemah (frekuensi berkurang). Gejala ini disebut dengan efek Doppler. Saat sumber bunyi dan pendengar saling bergerak relatif, frekuensi bunyi yang terdengar oleh kedua belah pihak tidak sama.

Cepat Rambat Bunyi

Saat melihat cahaya halilintar, kamu akan mendengar bunyi setelah beberapa saat. Hal ini disebabkan karena bunyi sebagai gelombang memiliki cepat rambat yang lebih kecil daripada cepat rambat cahaya. Bunyi merambat melalui suatu medium dengan cara memindahkan energi dari satu molekul ke molekul lain dalam medium tersebut. Dalam medium yang berbeda dan/atau kondisi yang berbeda, bunyi memiliki cepat rambat yang berbeda. Dibandingkan dengan medium cair atau gas, gelombang bunyi merambat lebih cepat dalam zat padat. Hal ini disebabkan karena jarak antarmolekul dalam zat padat lebih rapat sehingga perpindahan energi dari molekul satu ke molekul yang lain berjalan lebih cepat.

B. Frekuensi dan Tinggi Nada

Bunyi sebagai gelombang memiliki dimensi frekuensi. Berdasarkan frekuensinya, bunyi dibedakan menjadi dua, yaitu bunyi dengan frekuensi teratur yang disebut nada dan bunyi yang berfrekuensi tidak teratur yang disebut desah (noise). Dengan nada, kita dapat melantunkan sebuah lagu dan membuat alat musik.

Kita mengenal ada nada yang tinggi dan ada pula nada yang rendah. Tinggi rendahnya suatu nada ditentukan oleh besar kecil frekuensinya. Telinga manusia hanya dapat mendengar bunyi pada rentang frekuensi 20 Hz sampai 20.000 Hz. Rentang frekuensi ini disebut pula frekuensi audio (range audible). Sedangkan, bunyi dengan frekuensi di bawah 20 Hz disebut frekuensi infrasonik, dan bunyi dengan frekuensi di atas 20.000 Hz disebut frekuensi ultrasonik. Beberapa hewan memiliki kemampuan untuk mendengar bunyi dengan frekuensi ultrasonik, seperti anjing yang dapat mendengar sampai frekuensi 50.000 Hz dan kelelawar yang mampu mendengar bunyi sampai pada frekuensi 100.000 Hz.

Dengan berbekal pengetahuan tentang hubungan antara frekuensi dan nada, manusia menciptakan tangga nada. Rangkaian tangga nada diatonik adalah C – D – E – F – G – A – B – C′ (do – re – mi – fa – sol – la – si – do′) yang ditentukan dengan frekuensi tertentu.

Nada C disebut dengan nada C-tengah, dan nada C1 disebut dengan nada C-tinggi. Adapula nada C1 yang

berbeda satu oktaf lebih rendah dari nada C disebut nada C-rendah. Terlihat dengan jelas bahwa nada C1 memiliki frekuensi dua kali lipat dari frekuensi nada C. Dengan nada-nada yang teratur inilah kita mengenal musik dan alat musik.

Apa perbedaan jika sebuah senar gitar dipetik perlahanlahan dan dipetik dengan kuat? Saat dipetik dengan kuat, maka nada akan terdengar lebih keras (bukan lebih tinggi). Karena senar yang dipetik adalah senar yang sama, maka nada yang keluar pun akan sama atau dengan kata lain, frekuensinya tetap. Namun, apa yang membuat suara nada tersebut terdengar keras? Yang membuat perbedaan adalah amplitudo. Telah kita ketahui pada pembahasan sebelumnya, amplitudo adalah simpangan terbesar dari gelombang.

Bunyi

Sirine pada mobil ambulans dapat mengeluarkan bunyi. Bunyi sirine merambat melalui udara sehingga dapat didengar oleh telinga. Bunyi sirine tersebut akan terdengar lebih keras jika mobil ambulans berada lebih dekat. Apa yang dimaksud dengan bunyi? Seberapa cepat unyi merambat dalam suatu medium? Bagaimanakah sifat-sifat gelombang bunyi?

Telinga adalah salah satu dari indera pada manusia yang penting. Tidak hanya pada manusia, telinga pun merupakan indera yang penting bagi hewan. Tak dapat dipungkiri, indera yang satu ini adalah satu-satunya indera yang peka terhadap rangsangan bunyi. Tak terhitung betapa besar informasi yang dapat diperoleh melalui media bunyi. Kita berkomunikasi dengan sesama manusia melalui media audio, emosi kita dipermainkan oleh suara petikan piano para pianis legendaris, bahkan menurut hasil penelitian, mendengarkan musik klasik pada seorang bayi yang masih dalam kandungan ibunya mampu mengembangkan otaknya sejak dini. Begitu banyak hal dalam kehidupan ini yang berkaitan dengan bunyi, sampai kita tidak bisa lepas dengan bunyi. Apa yang dinamakan dengan bunyi, dan bagaimana bunyi dapat terjadi?

Pada bab sebelumnya, kamu telah mengetahui bahwa bunyi adalah salah satu gelombang longitudinal. Sedangkan, gelombang adalah getaran yang merambat. Jadi, jelas bahwa bunyi terjadi karena adanya getaran. Bunyi dapat sampai ke telinga dari senar gitar yang dipetik karena gelombang bunyi dari gitar merambat melalui medium udara. Selain udara, bunyi pun dapat merambat melalui medium yang lain, seperti zat cair dan zat padat.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.