transformator

Transformator sederhana terdiri atas dua kumparan kawat, yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder. Kumparan tersebut dililitkan pada inti besi. Pada saat arus bolak-balik melalui kumparan primer, kumparan tersebut dan inti besi menjadi bersifat magnet. Karena arusnya berubah-ubah (arus bolak-balik), maka medan magnet yang dihasilkan juga berubah. Perubahan medan magnet ini menghasilkan

arus induksi pada kumparan sekunder.

menunjukkan pada ujung-ujung kumparan sekunder terjadi beda potensial. Jika beda potensial pada kumparan sekunder lebih besar daripada beda potensial kumparan primer, maka transformator tersebut merupakan transformator penaik tegangan (step up). Sebaliknya jika beda potensial kumparan sekunder lebih kecil daripada beda potensial kumparan primer, maka transformator tersebut merupakan transformator penurun tegangan (step down).

Besar beda potensial pada kumparan sekunder bergantung pada jumlah lilitan kumparan sekunder dibandingkan dengan jumlah lilitan pada kumparan primer. Jika jumlah lilitan pada kumparan sekunder semakin banyak, maka beda potensial

pada kumparan sekunder juga semakin besar. Sebaliknya jika jumlah lilitan pada kumparan sekunder semakin sedikit, maka beda potensial pada kumparan sekunder juga semakin kecil.

5. Efisiensi transformator

Mungkin kamu pernah menyentuh transformator yang baru saja dimatikan. Transformator tersebut terasa panas. Mengapa demikian? Pada transformator, tidak semua energy listrik pada kumparan primer (energi masukan) dipindahkan ke kumparan sekunder (energi keluaran) melalui induksi elektromagnetik. Sebagian energi tersebut berubah menjadi energi panas akibat adanya hambatan pada kawat dan arus induksi pada inti besi. Arus induksi yang timbul ini disebut arus putar atau arus Eddy. Agar hilangnya energi akibat arus Eddy dapat dikurangi, maka inti transformator dibuat dari sekumpulan lempengan-lempengan besi lunak yang disatukan, keluaran dibandingkan dengan energi masukan pada transformator, kita dapat menggunakan istilah efisiensi. Jika semakin besar efisiensi sebuah transformator, maka semakin sedikit energi listrik yang terbuang dari transformator menjadi energy panas. Sebaliknya semakin kecil efisiensinya, maka semakin besar energi listrik yang berubah menjadi energi panas. Karena energi keluaran tidak mungkin melebihi energi masukan, maka harga efisiensi maksimum transformator adalah 100%.

Untuk transformator ideal (efisiensi 100%), energi listrik pada kumparan primer dipindahkan seluruhnya ke kumparan sekunder. Setelah kamu mempelajari penggunaan transformator, maka kamu dapat menjelaskan bagaimana cara “pengiriman” listrik dari pembangkit listrik hingga sampai ke rumahmu.

Agar energi listrik tidak banyak terbuang saat melalui kawat dari tempat yang jauh di pembangkit listrik menuju rumahmu, maka beda potensialnya dinaikkan hingga beberapa puluh atau ratus ribu volt dengan menggunakan transformator step up.

Sesampainya di dekat rumahmu, beda potensial listrik diturunkan lagi menjadi 220 V dengan menggunakan transformator step down.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: