Hukum Ohm

Coba kamu amati air yang dialirkan melalui selang. Jika selang dinaikkan ke atas, maka lebih banyak air yang mengalir. Sebaliknya jika posisi selang kamu turunkan, air yang mengalir lebih sedikit. Ketinggian air ini mirip dengan besar beda potensial listrik, dan banyaknya air yang mengalir mirip dengan arus listrik. Jadi, semakin besar beda potensial listrik, maka semakin besar pula arus listrik yang mengalir. Sebaliknya, semakin kecil beda potensial listrik, maka semakin kecil pula arus listriknya.

Pengaruh Beda Potensial terhadap Kuat Arus dalam Penghantar

Alat dan bahan

  • Ø satu daya
  • Ø amperemeter
  • Ø lampu kawat penghantar
  • Ø sakelar
  • Ø voltmeter

Cara kerja

  1. Rangkaikan peralatan
  2. Tutup sakelar rangkaian tersebut, kemudian baca beda potensial pada voltmeter. Catat hasil pembacaanmu.
  3. Baca penunjukan kuat arus pada amperemeter. Catat hasil pembacaanmu.
  4. Ubah besar beda potensial pada catu daya, lalu ulangi langkah 2 dan 3.

Analisis dan diskusi

  1. Bagaimana pengaruh beda potensial terhadap kuat arus pada hambatan?
  2. Buat kesimpulan dari kegiatanmu.

V = I R

Persamaan di atas dikenal dengan hukum Ohm, sesuai dengan nama orang yang pertama kali merumuskan hokum ini, yaitu George Simon Ohm. Menurut hukum Ohm kuat arus dalam penghantar logam sebanding dengan beda potensial dan berbanding terbalik dengan hambatan penghantar tersebut.

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: